JOMBANG – Pendiri Kayangan Learning Institute (KLI), Muhammad As’ad, MA, Ph.D, menghadiri acara Silaturahmi Duta Besar Australia bersama para alim ulama di Jombang, Selasa (18/8/2026). Ia hadir atas undangan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya.
Undangan tersebut disampaikan oleh Glen Askew, Konsul Jenderal Australia di Surabaya, yang telah lama menjalin hubungan baik dengan Muhammad As’ad.


Dialog dengan Ulama dan Pimpinan Pesantren
Acara ini menghadirkan Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Rod Brazier. Menurut pemberitaan KabarJombang.com (19/8/2026), sebelum bertemu para ulama di Hotel Azana, Jombang, Duta Besar lebih dahulu berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng bersama Yenny Wahid.
Pertemuan dengan para ulama dan pimpinan pondok pesantren berlangsung santai, diisi dialog dan makan siang bersama. Topiknya berkisar pada sejarah pesantren dan Nahdlatul Ulama di Jombang, serta pentingnya toleransi dan kehidupan beragama yang damai di tengah derasnya arus media sosial. Duta Besar juga menyampaikan harapan agar kerja sama Australia dengan Indonesia, Jawa Timur, dan Jombang terus berkembang.
Bahasa Inggris dan Kesempatan Belajar ke Luar Negeri
Bagi KLI, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa Jombang, kota santri dengan tradisi pendidikan yang kuat, semakin terhubung dengan dunia luar. Bahasa Inggris menjadi salah satu kuncinya: pintu menuju kemajuan, wawasan baru, dan kesempatan belajar di luar negeri, termasuk di negara seperti Australia.
Anak-anak dan remaja yang membiasakan diri berbahasa Inggris sejak dini akan lebih siap meraih kesempatan tersebut, baik beasiswa, pertukaran pelajar, maupun studi lanjut. Dari Desa Kayangan, Diwek, KLI berkomitmen menemani langkah itu lewat pembelajaran yang bertahap, menyenangkan, dan terarah.